laporan penkom nih

MK. Penerapan Komputer               Nama   : Fuqan

                                                                    NIM    : D14070020

                                                                   Dosen  : Ir. Rini H. Mulyono,M.Si

                                                                   Asisten : Revan maulana

                                                                  Nilai    :

Statistik parametrik (Korelasi Pearson, Regresi Linear

dan koefisien korelasi Spearman)

 

 

  

 

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2009

Langkah-langkah Praktikum

Bila hasil perhitungan data (lama dan produksi) memenuhi asumsi analisis keragaman; maka dapat dilanjutkan dengan Uji Korelasi Pearson.

Uji korelasi pearson dapat menggunakan software minitab 15. Adapun langkah-langkahnya, yakni; buka statistic 15, masukan data;sorot stat pilih basic statistics dan klik correlation. Selanjutnya pada variables, sorot C2 dan C3, dan klik select sehingga akan muncul C2 dan C3 pada variables. Kemudian klik pada kotak Display p-value; sampai tertera tanda  , klik OK. Pada hasilperhatikan nilai korelasi pearson, berikut nilai p-nya, dan kesimpulan pun bisa ditarik. Data yang telah diolah tersebut dapat langsung di Save atau di masukan dalam dalam Word Document.

Pengujian regresi data dapat dilakukan juga dengan menggunakan StatistiX 8.0. langkahnya Uji Regresi. Langkah-langkahnya yakni : buka stat sorot regression dan pilih regression. Pada responses, pasok C3 sedangkan C2 dimasukan dalam Predictors dan klik OK. Data hasil olahan tersebut dapat langsung di Save dan digunakan pada Microsoft Word, serta dengan data itu pula dapat ditarik kesimpulan.

Pengujian di atas dilanjutkan dengan sorot Statistics, pilih Linear models dan klik Correlation (Pearson); pada kotak dialog Correlation (Pearson) klik LAMA,klik tanda panah arah kanan, dan klik PRODUKSI, dan klik panah araqh kanan; klik OK. Kemudian Beri tanda ( ) pada Fit Constant dan Compute P-Value. Klik OK. Pada lembar olahan data akan muncul hasil, apabila nilai koefisien korelasi (p) P<0.05, menunjukan adanya korelasi antara sifat lama dan jumlah produksi mesin dan dapat dilanjutka pada pengujian regresi. Sebaliknya, bila nilai P>0.05 maka hal ini menunjukan tidak adnya korelasi antara ke-2 sifat tersebut dan tidak dilanjutkan dengan pengujian regresi.

Selanjutnya, pengujian regresi diteruskan dengan menggunakan: Sorot Stastiscs, pilih Linear Models dan pilih LinearRegression. Pada kotak dialog, Linear Regression; pada variables, sorot PRODUKSI; di Dependent variable, klik tanda panah arah kanan; kembali ke Variable, sarot LAMA; di independent Variable, klik tanda panah arah kanan. Kemudian beri tanda  pada Fit Constant. Klik OK. Pada lembar olahan data akan tampil hasil. Nilai lonstanta (a) dan koefisien regresi (b) diperoleh. Persamaan hasilpun aoat dibuat. Hasil olahan juga menampilkan table analisis regresi. Data tersebut dapat di Save ataupun dapat di kopi ke minitab 15.

Hal penting lain yang diperlukan dalam pengolahan dat yakni mencari koefisien korelasi Spearman(rs). Langkah pengolahan dengan menggunakan MINITAB 15 yakni; buka minitab 15, masukan data misalnya data ketangkasan jari dan kemampuan pekerja. Pada C1 masukan Pekerja, C2 masukan data ketangkasan jari dan kemampuan mekanikal pada C3. Kemudian klik data dan pilih rank; di rank data in, sorot C2 dan klik select sedangkan di store rank in ketik C4 dan klik OK. Selanjutnya klik data dan pilih rank; di rank data in, sorot C3dan klik select sedangkan di store rank in ketik C5 dan klik OK.

Kemudian pusatkan perhatian pada Worksheet; pada C4 dan C5 telah muncul rank (peringkat). Selanjutnya, sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik C6 dan pada kolom expression sorot C4  pilih select dan klik tanda – dan sorot C5 pilih select dan klik OK. Berikutnya sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik C7 dan pada kolom expression sorot C6  pilih select dan klik tanda * dan sorot C6 pilih select dan klik OK. Kemudian sorot Calc dan pilih Column Statistics, pada Statistics klik Sum dan di input Variablenya sorot C7 klik select sedangkan pada Store Result in ketik K1 dan klik OK. Perhatikan session, dan terdapat nilai K1. Perhatikan pula pada Worksheet terdapat C6 dan C7.

Selanjutnya , sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k2 dan pada kolom expression klik tanda 6 dan klik pula tanda * dan sorot k1 pilih select dan klik OK. Kemudian, sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k3 dan pada kolom expression klik tanda 8 dan klik pula tanda * dan klik tanda 8 dan klik OK. Berikutnya, sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k4 dan pada kolom expression sorot k3 dan klik tanda – dan klik tanda 1 dan klik OK. Setelah itu, sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k5 dan pada kolom expression sorot k4 klik select dan klik pula tanda * dan  kill tanda 8 dan klik OK. Hal yang sama, sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k6 dan pada kolom expression sorot k2, pilih select dan klik pula tanda / dan sorot k5 pilih select dan klik OK. Selanjutnya , sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k7 dan pada kolom expression klik tanda 1 dan klik pula tanda – dan sorot k7 pilih select dan klik OK.

Selanjutnya amati tampilan data dengan menyorot Data dan pilih Display data sorot k2-k7 klik select dan OK. Perhatikan pula session yang terdapat nilai k1-k7 yang dimana k7 merupakan nilai korelasi Spearman(rs).

Kemudian dilanjutkan dengan uji t, langkahnya meliputi; sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k8 dan pada kolom expression klik tanda 8 dan klik pula tanda – dan klik tanda 2 pilih select dan klik OK. Selanjutnya , sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k9 dan pilih square root pada function  dan pada kolom expression muncul SQTR (number) dan ganti number dengan k8 dan klik OK. Kemudian sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k10 dan pada kolom expression sorot k7 dan klik pula tanda* dan sorot k 9 dan klik OK. Berikutnya sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k11 dan pada kolom expression sorot k7 dan klik pula tanda * dan klik k7 pilih select dan klik OK. Berikutnya sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k12 dan pada kolom expression klik tanda 1 dan klik pula tanda – dan klikk11 pilih select dan klik OK. Kemudian Selanjutnya , sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k13 dan pilih square root pada function  dan pada kolom expression muncul SQTR (number) dan ganti number dengan k12 dan klik OK. Berikutnya sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k14 dan pada kolom expression sorot k10 dan klik pula tanda / dan klik k13 dan klik OK.

Selanjutnya amati tampilan data dengan menyorot Data dan pilih Display data sorot k8-k14 klik select dan OK. Perhatikan pula session yang terdapat nilai k8-k14 yang dimana k14 merupakan nilai t. Kemudian buka table t (0.05/2)n=8 pada buku statistika, tentukan daerah kritisnya. Bandingkan k14 dengan daerah kritis tersebut, dan tariklah kesimpulan.

Kemudian sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k15, pada kolom expression klik tanda 8;+;1 dan klik OK. Berikutnya sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k16 dan pada kolom expression ketik tanda 1;-;sorot k7 dan klik select dan klik OK. Kemudian sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k17 dan pada kolom expression sorot k16 dan klik select dan klik tanda /;2 dan klik OK. Kemudian sorot Calc dan pilih calculator, pada Store Result in Variable ketik k18 dan pada kolom expression sorot k15 dan klik pula tanda* dan sorot k 17 dan klik select dan OK.

Selanjutnya amati tampilan data dengan menyorot Data dan pilih Display data sorot k15-k18 klik select dan OK. Perhatikan pula session yang terdapat nilai k15-k18 yang dimana k18 merupakan nilai a. Kemudian buatlah persamaan regresi Y=a+bX

LAMPIRAN

KORELASI dan REGRESI (Lama Penggunaan Mesin dan Kuantitas Produksi)

Welcome to Minitab, press F1 for help.

* NOTE * Command canceled.

Correlations: Lama; Kuantitas

 

Pearson correlation of Lama and Kuantitas = 0,981

P-Value = 0,000                              

Hubungan korelasi antara lama dengan kuantitas berkorelasi positif (+1)sangat kuat  dan berkorelasi nyata karena P-value<0.05.

Regression Analysis: Kuantitas versus Lama

 

The regression equation is

Kuantitas = – 11,1 + 9,73 Lama

Setiap satu satuan kenaikan Lama akan menaikkan satu satuan kuantitas produksi

Predictor     Coef  SE Coef      T      P

Constant   -11,125    5,010  -2,22  0,057

Lama        9,7321   0,6781  14,35  0,000

S = 5,07423   R-Sq = 96,3%   R-Sq(adj) = 95,8%

Proporsi keragaman antara variable x terhadap y bias diterangkan secara linear sebesar 96,3% dan sisanya 3,7%  diterangkan oleh hal lain. R-Sq (adj) merupakan nilai yang sudah dikoreksi atau disesuaikan oleh computer.

DF derajat bebas

SS JK

MS KT

Analysis of Variance

Source          DF      SS      MS       F      P

Regression       1  5304,0  5304,0  206,00  0,000

Residual Error   8   206,0    25,7

Total            9  5510,0

Statistix 8.0   

Unweighted Least Squares Linear Regression of KUANTITAS 

Predictor

Variables   Coefficient   Std Error         T         P

Constant       -11.1250     5.01040     -2.22    0.0571

LAMA            9.73214     0.67807     14.35    0.0000

R-Squared           0.9626      Resid. Mean Square (MSE)    25.7478

Adjusted R-Squared  0.9579      Standard Deviation          5.07423

Source        DF        SS        MS        F        P

Regression     1   5304.02   5304.02   206.00   0.0000

Residual       8    205.98     25.75

Total          9   5510.00

Cases Included 10    Missing Cases 0

KELAS LAMA  KUANTITAS

1     2     10

1     4     20

2     6     50

2     6     55

2     8     60

2     8     65

2     8     70

3     9     75

3     9     80

3     10    85

Statistix 8.0                                              

Correlations (Pearson)

             LAMA

KUANTITAS  0.9811

  P-VALUE  0.0000

Cases Included 10    Missing Cases 0

Lama dan Produksi berkorelasi positif (+1) dan nyata karena P-Value<0,05

KORELASI dan REGRESI (Ketangkasan Jari dan Kemampuan Mekanikal)

 

Welcome to Minitab, press F1 for help.

Data Display

 

              Ketangkasan  Kemampuan

Row  Pekerja         jari  mekanikal

  1  a                  1          2

  2  b                  2          1

  3  c                  3          8

  4  d                  3          2

  5  e                  3          2

  6  f                  6          6

  7  g                  7          6

  8  h                  8          5

Sum of C7

 

Sum of C7 = 32,5

Data Display

 

K2    195,000

Data Display

 

K3    64,0000

K4    63,0000

K5    504,000

K6    0,386905

Data Display

 

K7    0,613095

K7 merupsksn nilai korelasi spearman (rs)

Nilai t hitung adalah k14

Data Display

 

K8     6,00000

K9     2,44949

K10    1,50177

K11    0,375886

K12    0,624114

K13    0,790009

K14    1,90095

nilai t hitung adalah K14

Data Display

 

K15    9,00000

K16    0,386905

K17    0,193452

K18    1,74107

Y= a+bX

Y= 1,74+0,61X

Setiap penambahan ketangkasan satu satuan akan meningkatkan nilai kemampuan mekanikal satu satuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: